Kini sudah semakin sore untuk memulai hari, ditambah saat ini langit sedang sendu-sendunya. mungkin kehilangan sesuatu atau sulit memecahkan sebuah rahasia yang telah diatur oleh Sang Pencipta. Sementara aku seharian ini hanya berdiam diri di kamar yang bukan milikku seorang, di rumah tua bekas pabrik roti milik bos dari bapakku. Beginilah yang aku lakukan bila tak ada kuliah atau janji bertemu seseorang di kampus. Ya, tentu saja janjiku tak pernah untuk oranglain, hanya untuk wanita yang mungkin akan menjadi masa depanku kelak.
Di tengah kesendirian ini biasanya aku mulai berbicara dengan kawanku, rindu. ia sering kali datang menjengukku, mengambil selimutku, bahkan sesekali menggelitik. Kawanku yang satu ini memang senang bercanda. kedatangannya tidak bisa diprediksi, bahkan oleh seorang ahli ramal pun. Walaupun kadang aku merasa sebal akan kedatangannya, namun justru dialah yang selalu mengingatkanku pada wanita yang sedang memelukku dari jauh sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar